Program Youth Interfaith Community

Youth Interfaith Community mengarah pada gerakan pemuda untuk menciptakan perdamaian melalui dialog dan kerjasama antar iman. Mengajak anak muda untuk berfikir kritis, terbuka dan inovatif untuk mencapai Indonesia yang aman dan damai tanpa adanya prasangka dan stereotip. Kami juga selalu mengupayakan dan mengedukasi pemuda agar tidak mudah untuk terpecah oleh isu-isu yang mengatas namakan perbedaan khususnya agama dan iman. Youth Interfaith Community bekerja secara kolaboratif dengan berbagai Universitas, Organisasi non-pemerintah, kedutaan besar, bisnis dan sektor publik untuk menciptakan suasana yang nyaman dan damai.

Sejak tahun 2012, Youth Interfaith Community setiap tahunnya mengadakan Interfaith Youth Forum untuk anak muda dari berbagai daerah di Indonesia untuk belajar memahami keberagaman yang ada di Indonesia.

Interfaith Youth Forum 2012

Interfaith Youth Forum 2012 adalah program pertama dari Youth Interfaith Community. Bekerja sama dengan berbagai pihak IYF 2012 terlaksana dengan melibatkan 38 peserta dari berbagai daerah. Salah satu yang spesial dari IYF 2012 adalah datangnya langsung Rebecca Mays dan Meliani Murtiningsih dari Dialogue Institute USA untuk berbagi ilmu kepada para peserta. Selain Rebecca Mays dan Meliani Murtiningsih, IYF 2012 juga menghadirkan 5 pembicara yang mewakili 5 agama besar di Indonesia. Pada kesempatan inilah para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya segala sesuatunya mengenai agama-agama yang ada di Indonesia, pada kesempatan ini juga para peserta berkesempatan menanyakan hal-hal sensitive mengenai isu atau konflik yang mengatasnamkan agama.

IYF 2012 tidak hanya diisi oleh materi melainkan juga praktek dialog dan berkunjung kerumah ibadah serta beberapa objek wisata yang ada di Palembang . Dari beberapa testimoni peserta, kami menyimpulkan bahwa banyak hal baru yang mereka dapatkan terkait keberagaman agama di Indonesia yang mereka tidak dapatkan dibangku sekolah ataupun perkuliahan, pemikiran mereka juga semakin terbuka dan semakin yakin bahwa perbedaan agama dan keyakinan tidak akan menghalangi mereka untuk hidup rukun dan damai.

Interfaith Youth Forum (IYF) 2013 dilaksanakan di Bali pada tanggal 25-27 Oktober 2013. IYF 2013 merupakan kegiatan kedua dari Youth Interfaith Community setelah diadakannya kegiatan pertama pada tahun 201 di Palembang. Sebanyak 33 pemuda terpilih Indonesia dan berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda telah mengikuti kegiatan ini. Pembukaan acara IYF 2013 dilaksanakan di Wisbasabha Kegubernuran Bali yang langsung dibuka oleh Gubernur Provinsi Bali Bapak I Made Mangku Pastika dalam acara seminar internasional yang juga dihadiri oleh 300 mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas di Bali.

IYF 2013 dengan thema “Unity in Diversity” ini dilanjutkan dengan workshop khusus untuk 33 peserta terpilih. Dimulai dengan perkenalan mengenai Interfaith Dialogue oleh Meliani Murtiningsih yang merupakan perwakilan dari Dialogue Institute, USA. Kemudian dilanjutkan oleh Tokuda Yor Ching Poon dari Global Peace Foundation mengenai paradigm baru mengenai interfaith. Dilanjutkan dengan sesi pluralism dan tolerans dari 6 pemuka agama yang ada di Indonesia yaitu Islam, Protestan, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghucu.

Pada kegiatan ini, peserta juga memiliki kesempatan untuk langsung mengunjungi dan berdialog dengan pemuka agama yang ada di rumah ibadah keenam agama yang diakui di Indonesia, yaitu Kelenteng Nabi Agung (konghucu), Pura Jagatnatha (Hindu), Vihara Buddha Guna (Buddha), Gereja Protestan GKPB Jemaat Bukit Dua (Protestan), Mesjid Agung Ibnu Batutah (Islam), dan Gereja Katholik Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (Katolik).

Interfaith Youth Forum 2013

Interfaith Youth Forum 2014

Logo IYF 2014

Kota Palangka Raya menjadi tuan rumah IYF 2014 yang berlangsung dari tanggal 19-22 November 2014. Melibatkan 26 peserta dari seluruh Indonesia, acara IYF 2014 berjalan lancer dan sukses. Pembukaan acara berlangsung di IAIN Palangka Raya dirangkaikan dengan seminar umum yang dihadiri kurang lebih 100 mahasiswa. Dalam beberapa hari peserta mendapatkan materi khas IYF yaitu Interfaith Dialogue, pengetahuan dari pemimpin-pemimpin agama serta kunjungan kerumah-rumah Ibadah yang ada di Plangka Raya, yang menarik adalah kami berkunjung ke rumah Ibadah Hindu Kaharingan yang merupakan agama Hindu dengan perbaduan kental budaya Kalimantan, rumah Ibadahnya juga sangat berbeda dengan Hindu Bali.

Tidak lengkap rasanya kalau tidak mengunjungi objek-objek wisata di Palangka Raya. Peserta diajak berkunjungn ke Nyaru Menteng yang merupakan tempat penangkaran Orang Utan, Jembatan Kahayangan yang merupakan Icon kota Palangka Raya, Bukit Karmel yang merupakan bukit suci umat Khatolik dan terakhir kita mengunjungi Panti Asuhan Al Mim.

Interfaith Youth Forum 2015

Tahun 2015 IYF berlangsung di Kota Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 7-11 Agustus 2015. Lebih dari 30 pemuda dari berbagai daerah di Indonesia berpartisipasi dalam forum ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya peserta mempelajari keterampilan dalam berdialog antar iman serta mengunjungi rumah-rumah Ibadah yang ada di Surabaya selain itu peserta melakukan bakti sosial ke Yayasan Kanker Surabaya Indonesia untuk menghibur para pasien. IYF berusaha untuk membeikan gambaran serta contoh yang jelas kepada peserta bahwa dialog dan kerjasama antar iman sangat penting dilakukan untuk memperkuat bangsa Indonesia yang sangat beragam.

Group Pic at Surabaya Icon

Buku untukmu Ende

Buku Untukmu #Ende adalah sebuah aksi nyata yang dilakukan oleh Youth Interfaith Community yang berkolaborasi bersama program #MenyapaNegeriku dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Indonesia, Cinta Indonesia, Indonesia Youth Academy dan didukung oleh Kitabisa.com dan JNE .

Setelah perjuangan yang luar biasa dari pengumupulan buku hingga pencarian dana, akhirnya proyek “Buku Untukmu #Ende” terimplementasikan juga. Ini semua berkat dukungan dari kalian semua donatur terbaik! TERIMA KASIH yang sebesar-besarnya!

Pada tanggal 3 Juni 2016 lalu, dengan bangga kami melakukan serah terima buku yang sudah terkumpul dan secara simbolis meresmikan/membuat perpustakaan desa pertama di dusun Wolobetho, Ende, NTT tepatnya di SMK N 6 Wolobetho.

Kami juga bekerja sama dengan Masyarakat SM-3T Institute (MSI) dalam kegiatan ini. Dalam hal ini, MSI memberikan bantuan alat tulis kepada seluruh siswa yang ada di sana.

buku-untuk-ende

Your Name (required)

Your Email (required)

©2017 Youth Interfaith Community | Better Understanding Through Interfaith Dialogue

Log in with your credentials

Forgot your details?